Powered By Blogger

Rabu, 22 Juni 2011

LEGENDA


LEGENDA DANAU TOBA

Ketika itu, suatu nelayan bernama Batara Guru Sahala tinggal di Batakland. Suatu hari, ia menangkap suatu ikan. ia telah dikejutkan untuk temukan ikan bisa berbicara. [itu] memohon Sahala untuk membebaskan  ia/nya . Ia lakukan maka.
secepat ikan bebas, [itu] berubah jadi seorang perempuan. dia menjadi sangat indah yang Sahala jatuh cinta kepada nya dengan segera. Ia [minta;tanya] nya untuk menikah dia. perempuan yang disetujui menikah Sahala. bagaimanapun, dia menceritakan [kepada] dia bahwa ia harus tidak pernah membiarkan rahasia [itu] [yang] bahwa dia adalah sekali se ikan. Sahala berjanji nya bahwa ia tidak akan ceritakan [kepada] seseorang tentang itu
Mereka dengan gembira dinikahi, dan telah dua para putri. Tiap-Tiap pagi Sahala pergi ke luar memancing. para putri nya akan membawa dia makan siang nya. suatu hari, bagaimanapun, sebagai ganti membawa makanan [itu] kepada bapak mereka, dua anak-anak perempuan makan itu.
kapan Sahala mengenal apa [yang]  mereka menyelesaikan; memutuskan makanan [itu], ia mendapat [yang] sangat marah. ia Neriaki [mereka/nya] berkata, " kamu berkelakuan persisnya seperti para putri suatu ikan!"
Para wanita tidak mengetahui apa yang  bapak mereka  bermaksud/arti. mereka pergi rumah dan [minta;tanya] ibu mereka tentang itu. ibu mereka adalah [yang] sangat diganggu; terganggu. walaupun Sahala minta maaf pada nya kemudian, dia tidak akan memaafkan dia untuk mematahkan dia janji.
Kemudian bumi mulai untuk mengguncangkan, dan gunung api memulai untuk meletus. Bumi pecah dan membentuk suatu orang-orang lubang besar berkata bahwa lubang menjadi danau Toba


 

Legenda Nama Mangunjaya

Dalem Jaya Mustafa adalah senopati utusan dari Kerajaan Mataram yang diberi tugas untuk memimpin perang ke Batavia (sekarang Jakarta) melawan Belanda zaman VOC kira-kira abad ke-16 dan 17.
Sesampainya di Batavia langsung perang tanpa istirahat dulu. Selama dua pekan mengadakan perlawanan dengan pasukan Belandan yang persenjataannya lengkap dan canggih. Akhirnya bala tentara di bawah pimpinan Jaya Mustafa mundur karena sudah banyak korban.
Bala tentara yang Dsipimpin oleh Jaya Mustafa dari Medan perang pergi tanpa arah tujuan hingga sampai di suatu tempat yang dianggap aman untuk beristirahat. Selama beristirahat Senopati Jaya Mustafa mangambil keputusan untuk mengajak bala tentaranya agar tidak kembali ke Mataram karena merasa malu kepada Raja Mataram. Senopati Jaya Mustafa mengajak kepada bala tentaranya untuk tetap tinggal di tempat mereka beristirahat i. Tempat itu kemudian diberi nama Mangunjaya yang berasal dari nama Senopati Jaya Mustafa.


 

The Legend Name Mangunjaya

Dalem Jaya Mustafa is courier senopati of Empire of given [by] Mataram [is] duty to lead war to Batavia ( now Jakarta) fight against Dutch epoch of VOC about century of ke-16 and 17. At arrival [in] direct Batavia [of] war without rest first. During two week perform [a] resistance with team of Belandan which [is] its sophisticated and complete weapons. Finally army below/under Glorious head [of] Backward Mustafa because have many victim. Army which [is] Dsipimpin by is Glorious Jaya Mustafa of Battlefield go without direction of[is target of till somewhere which [is] assumed peaceful to rest. During resting Glorious Senopati [of] Mustafa Mangambil decision to invite its army in order not to return to Mataram because feeling small to King of Mataram. Glorious Senopati [of] Mustafa invite to its army to linger on in place they rest i. That place [is] later;then called [by] Mangunjaya coming from name of Glorious Senopati Jaya Mustafa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar